| BHAGWATI
DAN BELLO BERANCANG-ANCANG MENGHADAPI PERDAGANGAN BEBAS DAN PASAR BEBAS |
|
Debat antara Waldan Bello dan Jagdish Bhagwati difilemkan oleh Stanford University untuk program Uncommon Knowledge dan dipandu oleh penyelenggara acara tersebut, Peter Robinson. Acara itu mengudara lewat Public Broadcasting System di Amerika Serikat |
|
Peter Robinson : Pada saat ini pada Uncommon Knowledge: perdagangan bebas Menang-menang atau Kalah-menang? Saya Peter Robinson. Acara kita hari ini: perdagangan bebas saat ini sedang diamati dan dikaji. Menurut studi baru-baru ini, selama setengah abad terakhir, bangsa-bangsa melaksanakan perdagangan bebas mengalami tingkat perkembangan ekonomi dua kali lipat daripada negara-negara yang tertutup. Jadi mengapa ada orang yang menentang perdagangan bebas? Dan masih banyak negara, terutama negara berkembang yang benar-benar menentang perdagangan bebas, yang percaya bahwa aturan perdagangan dunia dipakai untuk kepentingan negara kaya, negara-negara Utara yang kaya melawan negara-negara berkembang Selatan yang miskin. Siapa yang benar? Dan dengan komitmen Presiden Bush sendiri terhadap perdagangan bebas juga tidak jelas, akhirnya ia benar-benar membuat tarif baru pada impor baja. Dimanakah Amerika Serikat sendiri berdiri dalam perdebatan ini? Bersama kami, hari ini ada dua tamu. Walden Bello adalah direktur eksekutif Focus on Global South, program kebijakan pembangunan di Bangkok, Thailand. Jagdish Bhagwati adalah guru besar ilmu ekonomi Universitas Columbia, anggota senior Dewan Hubungan Luar Negeri dan penulis buku, Free Trade Today. Peter Robinson: Ekonom pemenang hadiah Nobel Joseph Stiglitz mengatakan bahwa agenda liberalisasi Perdagangan telah ditentukan oleh negara-negara Utara (yakni negara-negara kaya) atau lebih tepatnya untuk kepentingan-kepentingan khusus di Negara Utara. Akibatnya, negara-negara Industri maju memperoleh keuntungan yang lebih besar. Dan dalam beberapa kasus negara-negara terbelakang sebenarnya lebih buruk". Perdagangan bebas membuat negara-negara kaya semakin kaya dan negara-negara miskin membuat semakin miskin. Jagdish? Jagdish Bhagwati : Saya kira pemenang hadiah Nobel pun bisa salah sama sekali. Peter Robinson: Salah sama sekali. Jagdish Bhagwati : Salah sama sekali Peter Robinson : Walden? Walden Bello
: Saya kira ia tepat mengenai sasaran. Jagdish Bhagwati : Secara fundamental perdagangan bebas merupakan persoalan saling berbagi hasil dari proses pertukaran. Jikalau saya memiliki kelebihan pasta gigi (odol) dan anda memiliki kelebihan sikat gigi dan kita saling bertukar barang, gigi akan lebih putih, benar, asalkan kita ingat menggosok gigi. Jadi secara mendasar itulah alasannya. Itulah sebenarnya logika dasar dari setiap transaksi dagang dan saya kira ada bukti empiris tentang jenis perdagangan yang sangat penting pada periode sesudah perang dunia, yang mendasari kebijaksanaan ini, termasuk bagi negara-negara berkembang. Peter Robinson : jadi alasan yang sama yang akan anda pakai untuk pembangunan ekonomi sebuah bangsa itu sendiri. Kita semua hanya mengkhususkan pada pekerjaan-pekerjaan yang cenderung kita kerjakan dengan sebaik-baiknya jikalau kita memperoleh keuntungan komparatif. Alasan itu berlaku sama di antara bangsa-bangsa seperti halnya berlaku di antara individu-individu atau di antara perusahaan-perusahaan? Jagdish Bhagwati : Ya, tetapi ingat bahwa keuntungan-keuntungan komparatif dapat bergeser bersama dengan keseluruhan kebijakan seperti pendidikan. Jikalau saya mencetak tenaga kerja terdidik di India kemudian saya bisa memperoleh Silicon Valley di sana seperti di Bangalore, dan kemudian itu menjadi keuntungan komparatif kita. Jadi itulah yang menggeser alasan sedikit ke depan ke dalam apa yang dinamakan jenis-jenis kebijakan umum yang juga anda miliki untuk masyarakat anda. Tetapi secara fundamental di mana saja anda berada atau di mana saja anda pergi, menemukan ekonomi terbuka sebenarnya akan lebih baik bagi anda, apakah anda miskin atau kaya. Peter Robinson : Sekarang apakah anda ingin menyanggah prinsip-prinsip Jagdish? Walden Bello : Baiklah, sebenarnya saya akan lebih suka bergerak dari teori pasar bebas menuju praktek perdagangan bebas yang sesungguhnya. Peter Robinson : Jadi anda mengakui prinsip yang baru saja dia kemukakan? Walden Bello : Saya agnostik terhadap prinsip itu tetapi mengenai praktik perdagangan bebas, apa yang terjadi sebenarnya adalah bahwa perdagangan bebas itu telah mengonsolidasikan keuntungan-keuntungan bagi sejumlah negara, sekelompok kecil dalam ekonomi dunia, dan hal ini telah menciptakan kerugian-kerugian struktural bagi banyak negara yang datang belakangan. Peter Robinson : Mari kita lihat data yang dibawa Walden yakni laporan tahun 1998 tentang perdagangan bebas oleh OECD (organisasi kerjasama ekonomi dan pembangunan) selama setengah abad terakhir, laporan OECD ini mengatakan, dan khususnya selama satu dekade terakhir, laporan dekade 1990-an penting disini, "Bangsa-bangsa yang lebih terbuka terhadap perdagangan telah mengalami tingkat pertumbuhan tahunan dua kali lipat dibandingkan dengan negara-negara yang tertutup. Laporan OECD terus menarik pertentangan yang sangat tajam antara dua wilayah dunia. Pertama bangsa-bangsa Asia seperti Korea, Taiwan, Singapura, Hongkong, Malaysia, Thailand dan Indonesia, mereka mulai dengan ekonomi tertutup, berangsur-angsur terbuka, dan kira-kira tiga ratus juta di negara-negara itu terangkat dari kemiskinan. Kedua, bangsa-bangsa Afrika seperti Nigeria, Pantai Gading, dan Tanzania, mereka mulai dengan ekonomi tertutup, pada umumnya, mereka mempertahankan ekonomi tertutup dan mereka tetap miskin. Ekonomi terbuka, lihat apa yang terjadi di Asia. Ekonomi tertutup, lihat apa yang terjadi dengan negara-negara Afrika tertentu. Sekarang bagaimana anda mempertahankan alasan itu? Walden Bello : Baiklah, saya akan katakan bahwa ini merupakan gambaran yang sangat sederhana yang mereka kemukakan tentang Afrika dan Asia. Jika anda melihat ekonomi negara-negara Asia Timur ini bukanlah ekonomi perdagangan bebas, ini memberikan pukulan keras terhadap ekonomi-ekonomi merkantilis proteksionis yang banyak memperoleh intervensi, dukungan dan subsidi negara, yang sesungguhnya akan menjadikan bom besar bagi pasar dunia. Jadi jikalau anda ingin melihat yang sesungguhnya buatlah perbandingan yang jauh lebih akurat. Bandingkan dengan jelas antara merkantilisme, proteksionisme yang terintegrasi dengan ekonomi dunia, ekonomi Asia Timur, dengan negara-negara Amerika Latin, negara-negara Afrika, dan negara-negara Eropa Timur yang tunduk pada struktur sesuai dengan kebijakan IMF yaitu, reformasi pasar bebas yang radikal. Sesungguhnya kebijakan-kebijakan ekonomi yang terintegrasi ke dalam ekonomi dunia dengan model campur tangan negara yang kuat, canggih dan bukan pasar bebas ternyata jauh lebih baik ketimbang ekonomi perdagangan bebas yang radikal. Jadi inilah alasannya mengapa saya berpikir bahwa statistik dan gambaran semacam ini tidak akurat - coba lihat saja perbedaan antara ekonomi perdagangan bebas seperti Haiti dan Vietnam. Peter Robinson : Sekarang saya harus berkata bahwa saya hanya tahu sedikit tentang Vietnam. Dengan lain kata Vietnam mempunyai sektor negara yang kuat? Walden Bello : Tentu saja. Peter Robinson : Sektor negara terlibat dalam impor dan ekspor tetapi pemerintah mengarahkannya seluas-luasnya. Walden Bello : Ekonomi Vietnam sangat diatur seperti Cina. Peter Robinson " Dan Ekonominya berkembang pesat sekali. Walden Bello : Ekonominya cepat sekali berkembang dan menjadi .. Peter Robinson : Dan di Haiti hampir tidak ada fungsi pemerintah sebagaimana saya ketahui hampir tidak ada sistem hukum. Walden Bello : Tentu saja benar. Peter Robinson : Jadi Haiti terbuka dan tidak ada pemerintah sehingga alasan anda dalam beberapa hal sebaiknya menjadi impian libertarian? Walden Bello : Haiti terbuka dan mati, tepat seperti Argentina terbuka dan mati. Peter Robinson
: Terbuka dan mati. Baiklah, ada istilah yang bagus, terbuka dan mati. Peter Robinson : Bagaimana tentang contoh negara yang terbuka tetapi mati seperti yang dikemukakan Bello - Haiti dan Argentina, mereka adalah negara-negara yang berbeda sama sekali. Jagdish Bhagwati : Tetapi anda bisa mati - Saya kira, anda tahu, walaupun terbuka, karena terbuka bisa menolong anda tetapi tidak bisa mencegah anda jika anda sedang sekarat karena kanker, atau, anda tahu, memiliki udara bersih barangkali penting bagi kesehatan umum anda, tetapi tidak mempunyai arti apa-apa jikalau anda sekarat karena kanker. Jadi jikalau anda mengalami pertikaian sipil misalnya, seperti kebanyakan negara-negara Afrika, yang menjadi contoh Walden lainnya. Atau anda memiliki pemerintahan diktator, yang mencetak uang dan menggunakan seluruhnya untuk anggaran belanja negara, dan mengalami inflasi besar-besaran. Maksud saya, anda mengalami inflasi selama periode yang saya yakini sedang dibicarakan Walden tentang Afrika Selatan, yang mengalami inflasi 4 digit, yang akan membuat pikiran anda sungguh-sungguh ragu jikalau anda orang Asia. Sekarang hal-hal itulah yang mengguncang ekonomi mereka. Tidak ada urusannya dengan orientasi keluar atau orientasi kedalam. Peter Robinson : Kembali ke pertanyaan awal : apakah filsafat Walden bertentangan dengan pasr bebas atau tidak? Hal-hal lainnya sama, itu adalah ungkapan yang mengagumkan yang menjadikan setiap argumen yang mengikutinya sebagai tiruan belaka. Tetapi hal-hal lain sama - jadi anda memiliki satu negara baiklah - bila anda memiliki dua negara yang setiap caranya mirip dan salah satu negara itu menganut perdagangan bebas yang lainnya tidak. Menurut pendapat anda, negara yang mana yang mengambil kebijakan yang tepat? Walden Bello : Baik, inilah sebenarnya yang akan saya katakan kepada Peter, bahwa itu tidak akurat, secara fundamental salah yang mengatakan bahwa Taiwan, dan Korea atau Cina pada periode pertumbuhannya yang cepat menganut ekonomi perdagangan bebas. Apa yang hendak saya katakan di sini bahwa negara-negara ini sangat proteksionis pada pasar domestik mereka. Maksud saya, anda tahu, hanya sepuluh tahun yang terakhir mobil-mobil Jepang masuk Kota. Maksud saya ini mengherankan. Apa yang hendak saya katakan bahwa mereka bukan menganut ekonomi perdagangan bebas. Tentu saja mereka terbuka, tetapi mereka terbuka sementara pada waktu yang sama memproteksi pasar-pasar domestik mereka. Peter Robinson : Coba sekarang saya taruh di meja sebuah pertanyaan untuk kalian berdua karena apa yang anda hadapi saat ini adalah orang awam yang menghadapi masalah. Kita lihat pengalaman negara-negara yang disebut "macan" Asia dan Jagdish berkata bahwa berita baik sedang terjadi karena mereka menganut perdagangan bebas walaupun kadang-kadang ada proteksi karena campur tangan pemerintah. Dan Walden mengatakan tidak, tidak, berita yang baik sedang terjadi walaupun hampir menganut perdagangan bebas, yang secara luas didorong oleh proteksi kerena campur tangan pemerintah dan jenis-jenis campur tangan ekonomi lainnya dari pemerintah pusat yang kuat. Jadi pertanyaannya adalah, apakah ada pendekatan statistik, apakah ada satu jalan menuju - kalian berdua melihat ke arah gambar yang sama dan memberikan keterangan yang bertentangan mengapa hal itu terjadi, adalah satu jalan untuk menyelesaikan hal ini - suatu jalan yang obyektif untuk menyelesaikannya. Jagsidh Bhagwati : Walden adalah benar dan salah. Maksud saya telah dilakukan proteksi besar-besaran untuk mengawali dengan sistem-sistem ini. Jenis-jenis proteksi tertentu, seperti pada industri mobil, industri-industri berat, dilanjutkan. Tetapi sekarang ini ada banyak literatur yang menunjukkan bahwa ini sebetulnya merupakan jenis kebijakan industri yang salah karena selama campur tangan itu memperkuat keuntungan komparatif bagi pengusaha manufaktur-manufaktur ringan, karena berhasil memperkuat apa yang sebenarnya, akan dilakukan pasar dengan memilih pengusaha manufaktur ringan, justru merupakan cara seperti yang dilakukan Jepang. Ketika mulai menempuh kebijakan dan campur tangan di bidang industri bagi sektor industri berat, pembangunan kapal, dan berbagai macam barang itulah ketika Korea kehilangan caranya seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Peter Robinson : Dimana mereka tidak memperoleh keuntungan komperatif di pasaran internasional pada peluang pasar pertama. Jagdish Bhagwati : Dan tak ada tanda yang jelas dari pasaran sampai dimana anda mau pergi. Peter Robinson : Baiklah, pasar tidak berteriak untuk minta kapal dari Korea. Jagdish Bhagwati: Jadi pada suatu tahapan, jikalau anda melihat Jepang misalnya, dan kebijakan industri di negara ini, dimana kebijakan tampak akan berhasil adalah dimana, sebenarnya, mereka akan perkirakan jalannya evolusi keuntungan komparatif.
Jagdish Bhagwati : Tetapi anda tidak terkoyak-koyak. Saya kira itu merupakan cara pandang yang salah. Bekas guru saya, seorang yang sangat radikal, Joan Robinson di Cambrigde dulu sering berkata, jika anda melempar batu ke pelabuhan anda, tidak ada alasan bagi saya untuk melempar batu ke pelabuhan saya sendiri. Pada pokoknya apa yang dia katakan adalah bahwa sebaiknya tidak perlu ada pembatasan-pembatasan atau mengurangi pembatasan-pembatasan pada perdagangan karena perdagangan mengarah ke keuntungan. Anda tahu, bila pintu anda tertutup saya tidak akan memperoleh apa-apa bila berdagang dengan anda. Tetapi bukan berarti kemudian saya akan menutup pintu saya sendiri karena kemudian saya akan terpukul dua kali. Tetapi saya hanya akan terus berkata, sebagian berpihak kepada Bello tetapi dengan cara yang berbeda, yang karena saat kita semuanya bicara demikian, lihat disini dan apa yang jelek tentang tindakan Amerika adalah bahwa selagi kita memasuki perundingan perdagangan multilateral paska Doha, kita sesungguhnya telah menggunakan prosedur-prosedur tetap WTO untuk meningkatkan proteksi. Sehingga kita memancarkan semua sinyal yang salah. Kekuatiran-kekuatiran saya tentang ini, karena tindakan-tindakan mereka itu melukai mereka sendiri dan mereka juga melukai negara-negara lain di dunia, tetapi Peter Robinson : Adalah Amerika dan Eropa yang mensubsidi pertanian mereka. Jagdish bhagwati : Tetapi persoalan yang sesungguhnya adalah bahwa ketika kita melakukan seperti itu, dan kita andaikan ingin menjadi negara yang paling berorientasi pada perdagangan bebas, pendukung besar perdagangan bebas, secara ideologis dan seterusnya, ketika melakukan seperti ini sulit bagi Presiden Arroyo di Fillipina, bagi Perdana Menteri India, yang mencoba bergerak mendekati perdagangan bebas. Kita tidak akan pernah berada pada perdagangan bebas, tetapi anda tahu, kita sedang mencoba meliberalisasikannya di sana dan di sini ketika proses demokrasi memungkinkan, dan kemudian anda menyaksikan semua orang yang menentang liberalisasi tersebut. Dan kemudian anda berkata, lihat anjing besar yang merintanginya sedang melakukan sesuatu yang munafik, dan membuat hidup negara-negara berkembang lebih sulit. Walden Bello : Baiklah saya berpikir secara pasti, sehormat apapun sikap kita terhadap perdagangan bebas, saya kira Jagdish dan saya sepakat tentang standar ganda, yang sebenarnya, berlaku pada ekonomi dunia. Secara mendasar apa yang dilakukan Amerika Serikat bahwa ketika hal itu cocok bagi saya, saya akan mengikuti perdagangan bebas, tetapi saya juga akan berbuat sepihak. Tetapi bagi anda, kawan di luar sana, oke, anda hanya perlu menurunkan tarif anda. Anda kawan harus menjalankan perdagangan bebas. Peter Robinson : Jadi akankah Walden mendukung perdagangan bebas jikalau negara-negara kaya bermain dengan fair? Apakah anda menentang perdagangan bebas atau hanya munafik karena anda melihat tindakan Presiden Bush - kemunafikan yang anda lihat di kalangan Uni Eropa dengan mengatakan Dunia ketiga, anda harus mengikuti pasar bebas yang murni sedangkan kami menyubsidi para petani kami dan kelompok politik lainnya yang kami kehendaki usupaya dipilih. Apakah itu yang sesungguhnya mengganggu anda? Jikalau Dunia Pertama bertindak lebih baik apakah kemudian anda akan lebih setuju dengan perdagangan bebas? Jagdish Bhagwati : Anda melihat bahwa yang memperkuat persoalan yang saya kemukakan bahwa ketika orang seperti Walden Bello menggugat kemunafikan atau standar ganda seperti ini, ketika para intelektual, maksud saya ia adalah salah seorang intelektual Dunia Ketiga yang berpengaruh, mereka akan memperkuat lobi, ke industri, dan sebagainya, yang tidak menghendaki pengurangan proteksi. Jadi dalam hal itu, apa yang dilakukan oleh Presiden Bush merupakan kegagalan yang sangat penting untuk disimak. Walden Bello : Baiklah, saya kira Peter, menanggapi pertanyaan anda, anda tahu, sebagaimana saya katakan sebenarnya saya tidak tergantung pada teori perdagangan bebas. Anda tahu, saya seorang pragmatis. Saya tidak menentang perdagangan. Saya berpihak pada perdagangan tetapi semuanya tergantung pada undang-undang macam apa, yang mengatur perdagangan dan saya mendukung perdagangan yang fair (adil), dan inilah yang akan saya katakan di sini. Anda tahu, bahwa sejarah Asia menunjukkan bahwa campur tangan, bahkan campur tangan dalam bentuk proteksi, sebenarnya, meningkatkan kemampuan sehingga pada masa depan nanti negara-negara seperti Korea, ekonominya bisa menjadi efisien dan efektif. Jadi apa yang saya katakan di sini kami, sebenarnya, perlu lebih pragmatis dalam kebijakan perdagangan. Ada saat-saatnya ketika anda menggunakan proteksi dan itu merupakan hal yang rasional untuk dikatakan, ada saat-saatnya ketika anda menerapkan liberalisasi. Tetapi hal yang penting adalah bahwa kepentingan nasional yang menuntun kami guna membangun ekonomi kami. Jadi, dasarnya Peter, saya katakan, saya akan meletakkan diatas segala galanya sebagai seseorang yang berasal dari Dunia Ketiga, pembangunan di atas perdagangan. Jadi perdagangan, kebijakan-kebijakan perdagangan tertentu membantu pembangunan. Jika hal itu berjalan, baik. Jika hal itu tidak berjalan saya tidak akan mendukungnya. Dan tentu saja apa yang dinamakan kebijakan-kebijakan penyesuaian struktural bagi perdagangan bebas yang telah dibebankan oleh IMF dan Bank Dunia, secara terus menerus telah menggerogoti kapasitas negara-negara Dunia Ketiga untuk membangun seperti Filipina. Peter Robinson : Seberapa anda akan memberi nilai pada Bank Dunia dan IMF? Sudah beberapa kali Walden mengatakan bahwa Bank Dunia dan IMF membebankan struktur yang liberal dan kaku, dalam arti, rejim-rejim perdagangan bebas pemerintahan kecil, atau mencoba melakukan seperti itu, membebani struktur-struktur negara-negara Dunia Ketiga dan itulah yang menimbulkan kesulitan dan kebencian dan sebagainya. Seberapa anda akan memberi nilai Bank Dunia? Walden Bello : Dan tidak juga hanya pada perdagangan tetapi modal juga. Peter Robinson : Modal, betul. Kebijakan moneter .. Jagdish Bhagwati : Tingkat kebijakan IMF melebar tidak hanya sampai pada kebijakan perdagangan, yang sangat minimalis, tetapi mendorong negara-negara dengan cepat ke dalam pertukaran nilai modal atau, sebagaimana kadang disebut liberalisasi keuangan. Sehingga, anda tahu perusahaan-perusahaan keuangan bisa masuk, dan pada dasarnya beroperasi tanpa ada hambatan, anda tahu, tetapi orang dapat membawa uang mereka ke luar dan lain-lain. Dan itulah yang dilakukan dengan sangat teledor dan disana Peter Robinson : Anda memberi nilai rendah pada Bank Dunia & IMF? Jagdish Bhagwati : Saya kira iya, nilainya rendah, nilainya rendah - tidak, saya akan mengeluarkan mereka dari Universitas. Peter Robinson : Ah, itu jelek, karena tampaknya bagi saya . Walden Bello : Kutipan yang sangat penting! Peter Robinson : Walden berkata saya seorang pragmatis; saya ingin tahu bagaimana kerjanya. Dan itu memukul saya, mendengarkan Walden, bahwa di dunia berkembang akan lebih mudah melihat bagaimana pasar bebas bekerja, jikalau tidak ada beban yang didorongkan, disokong dan disumbatkan ke kerongkongan mereka oleh dunia Barat --IMF, Bank Dunia, dan Presiden -- keseluruhan beban inilah yang justru mempersulit Dunia Ketiga untuk mengikutinya. Jagdish Bhagwati : Saya kira selama beberapa tahun terakhir mereka mengikuti analogi perdagangan sejauh dikaitkan dengan liberalisasi keuangan. Dan satu hal yang anda pelajari di ruang kuliah adalah bahwa, anda tahu, ada kesamaan antara liberalisasi keuangan dan liberalisasi perdagangan, tetapii keduanya secara fundamental . Peter Robinson : Sama sekali berbeda. Jagdish Bhagwati : Jadi perbedaan itu jauh lebih penting. Ketika anda menghadapi liberalisasi keuangan, kecuali jika anda sangat hati-hati, bijaksana dan memonitor pelaksanaannya, menyesuaikan diri dengan lembaga-lembaga lokal seperti prosedur-prosedur perbankan, rasio dan analoginya adalah bermain api. Itu baik bagi anda, tetapi dilain pihak, api dapat membakar rumah anda. Peter Robinson : Topik yang lalu, Ramalan tentang masa depan perdagangan bebas. Lagi-lagi The Economist: "Pelajaran dari awal abad kedua puluh bahwa globalisasi tidak dapat dibalikkan". Globalisasi dibalikkan oleh Perang dunia Pertama dan kemudian dibalikkan oleh kebijakan enonomi, kebijakan perdagangan selama masa depresi - orang menjadi proteksionis dan sebagainya. Saya lanjutkan kutipan itu, "Saat ini, belakangan ini, integrasi global macet bila resiko dan biaya untuk mengadakan bisnis di luar negeri meningkat, mungkin sebagai akibat dari ketakutan terhadap keamanan", yakni ancaman teroris, "atau jika pemerintah-pemerintah sekali lagi memutar haluan mereka tentang perdagangan mereka yang terbuka. Setiap ancaman terbukti bisa menentukan." Jadi pertanyaannya adalah, ini bukan pertanyaan tentang ideologi atau bahkan prinsip atau bahkan yang sesungguhnya praktek pada masa lalu, melainkan pertanyaan tentang masa depan. Apakah pergerakan menuju perdagangan yang lebih bebas telah memuncak mungkin pada era 1990an, dan barangkali kita menyaksikan pembalikannya dalam beberapa tahun ke depan? Walden? Walden Bello: Tidak ada yang pasti sebetulnya masalah-masalah bisa dibalikkan. Tetapi apa yang akan saya katakan adalah bahwa saya kira negara-negara akan suka mengintegrasikan ke dalam ekonomi dunia, tetapi apa yang mereka minta adalah aturan yang bagus, oke, itu sangat sensitif bagi banyak tempat di mana negara-negara berada dalam ekonomi dunia. Dan saya kira apabila negara-negara Utara, apabila negara-negara maju mau mengerti bahwa mereka tidak akan menjejalkan peraturan-peraturan yang harus ditelan mentah-mentah tentang perdagangan bebas di negara-negara dunia ketiga, tetapi sebaliknya melihat kebutuhan-kebutuhan negara-negara tersebut. Bahwa sebenarnya negara Dunia Ketiga ingin berkembang, dan yang harus dihormati, sehingga anda tidak bisa memakai sebuah sepatu yang cocok bagi semua jenis rejim perdagangan, kemudian saya kira negara-negara selatan akan berintegrasi .. Peter Robinson : Apakah anda optimistik bahwa cara itu sungguh akan terjadi dalam tiga, empat atau lima tahun mendatang? Walden Bello : Baiklah, saya tidak optimistik tepatnya karena saya kira bahwa di negara-negara Utara juga ada pandangan doktriner antara lain tentang perdagangan bebas atau, apa yang telah kita bicarakan, dalam hal ini bahwa saya bisa sepihak bila saya mau dan saya bisa jadi pedagang yang bebas bila saya ingin. Dan ini sesungguhnya apa yang anda lakukan di Washington dalam hal ini. Jadi saya akan bicara di sini Peter, bahwa banyak kekecewaan di negara-negara Selatan dalam hal ini karena kami terjual layaknya barang-barang dalam tas, seperti perdagangan bebas yang telah menciptakan persoalan yang besar sekali bagi ekonomi kami. Dan disamping itu juga ada kemunafikan. Peter Robinson : Jagdish apakah anda optimistik dengan masalah ini? Jagdish Bhagwati : Ya, saya kira saat ini, karena saya pikir secara fundamental banyak hal yang berubah dibandingkan dengan, anda tahu, sebagian awal abad ke duapuluh. Dan para pembuat kebijakan, masih keras di negara-negara berkembang, tidak semua intelektual, yang pasti Walden tidak turut berkongsi, tetapi saya kira para pembuat kebijakan telah mencoba mengubah model-model dan sekarang berkata lihatlah, kami begitu takut terhadap dunia luar, kami akan menggunakan cara seperti yang dilakukan oleh negara-negara Timur Jauh di bidang ekonomi. Mari lihat, seperti orang-orang Meksiko melihat Rio Grande, anda tahu. Porfiro Diaz berkata beberapa tahun yang lalu, "Orang-orang Meksiko sialan, betapa jauhnya dari Tuhan dan betapa dekatnya dengan Amerika Serikat". Saat ini mereka berpaling dan berkata, lihat betapa indahnya, Mexico bersebelahan dengan Amerika Serikat. Itu memberikan kesempatan kepada kami. Peter Robinson
: Jagdish Bhagwati dan Walden Bello, untuk Pengetahuan yang luar biasa,
terimakasih anda telah bergabung bersama kami.
|